Senin, 27 Februari 2017

Traveling Ala Cowboys - Edisi Bromo

4


Hai guy's masih ingat dengan cerita traveling Ala Cowboys Edisi Pasir Berbisik?
hahaha, saat perjalanan kami dibarengi oleh kemacetan dan edisi ngemper di dalam bus. 

Nah...  kali ini edisi Bromo yang pake tragedi kepisah ama cowok-cowok bejambol. Saat itu waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi. Setelah selesai berselfie ria di pasir Berbisik kami pun melanjutkan perjalanan menuju Bromo. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menuju gunung bromo dari lokasi pasir Berbisik. 

Kebetulan cuaca saat itu mendung dan berkabut jadi kami tidak bisa menyaksikan sunrise, sebenernya ada beberapa titik lokasi  pariwisata untuk menyaksikan sunrise di gunung Bromo ini,  yaitu bukit penanjakan 1 dan 2, puncak gunung bromo, bukit mentigen, bukit kingkong atau bukit cinta. Saat itu karena kami terlambat menuju lokasi akhirnya kami memilih tempat terdekat ke lokasi gunung bromo yaitu penanjakan 2. Kondisi saat itu terlihat kabut, pemandangan gunung batok dan tangga yang lumayan tinggi menuju puncak gunung bromo juga terlihat kurang jelas, lebih banyak awan dan Kabut.

 View Gunung Batok

Baru saja sampai di lokasi,  Asad dan Zack udah kangen toilet, hahaha maklum guy's daerah di sana benar-benar cool. Akhirnya mereka duluan dan kami menunggu di tangga menuju puncak, selang beberapa lama mereka tak kunjung tiba, saya, Eka Handa,  Rian dan Joko memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak Bromo, mungkin mereka sudah duluan dan menunggu kami di puncak.

Jalan dari Jeep menuju tangga Bromo membuat saya kelelahan, mungkin karena kurang tidur dan kurang istirahat, terlebih disepanjang jalan menuju tangga terlalu banyak kotoran kuda, jadi saya agak terganggu dengan aroma yang menyengat dari kotoran tersebut, apalagi cuaca agak lembab dan sedikit basah, jadi kebayang kan gimana aromanya.

Pantang menyerah, itu yang saya tanamkan di dalam hati, apalagi melihat semangat rekan saya, yang namanya kembaran dengan saya, saya pun makin terpacu untuk sampai di atas puncak. Lagi-lagi ada saja kendala, tangga menuju Bromo macet layaknya jalan raya yang tak bergerak,  mungkin karena bertepatan dengan hari libur, pengunjung jadi membludak, sebagian dari mereka mungkin kelelahan dan istirahat sejenak di sana.


Setengah perjalanan menuju kawah Bromo

Lagi-lagi wanita yang tanpa rasa takut si Eka Handa mencari jalur cepat melewati tanjakan yang di luar jalur, wowwww luar biasa,  semangat dan keberaniannya patut di tiru,  sementara saya baru mencoba beberapa langkah sudah menyerah dan memilih jalur yang di sediakan. Ibaratnya pepatah alon-alon asal klakonHahaha ya begitu lah kami nama boleh sama tapi sifat dan kepribadian seseorang itu berbeda.

Akhirnya sampai juga di puncak kawah Bromo, susah payah terobati dengan melihat keindahan ciptaan sang Kuasa yang begitu luar biasa. Berharap di puncak bertemu dua pria yang terpisah, ehhh ternyata mereka tak muncul juga. Mungkin mereka masih mengantri atau sudah duluanKarna keadaan di atas cukup bikin gamang dan menyaksikan secara langsung vulkanik yang di keluarkan dari kawah gunung bromo cukup mengganggu mata dan muka, banyak butiran pasir yang terbawa oleh angin, lalu menempel dikulit dan memasuki mata, akhirnya kami memutuskan sebentar saja berada di bibir kawah.


 Kawah Gunung Bromo

 Deretan pengunjung dibawah

 Selfie di bibir kawah Bromo


Setelah berfoto sekedar nya kami pun turun dan tetap setia mencari babang Asad dan Zack  yang terpisah dari grup, Alhamdulillah tetap ketemu mereka dan ketemu nya di kawasan toilet lagi,  hahahaha. Ternyata kami miss comunication, mereka berusaha menelfon kami hingga beberapa kali, dan hebat nya tak satu pun dari kami yang sadar ada telf masuk,  ya maaf  Asad & Zack. 

Yah begitu lah perjalanan, ada-ada saja ceritanya,  beraneka ragam pengalaman yang pastinya seru dan mengasyikkan jika dilalui bersama 4 teman seperjalanan saya. Karena mereka berempat perjalanan jadi penuh warna, penuh cerita, dan penuh pengalaman yang berharga tentunya. ok next to be continue, masih ada Coban Pelangi dan perjalanan menuju Coban pelangi yang Luar biasa Indah.


eka_dewi_puspita

4 komentar:

  1. Asyeeeek, potonya keceh. Yang bikin ga nyaman ya itu, tai kuda, bikin susah bernafas.

    BalasHapus
  2. hahahaha ia ya ka, tapi tetap aja bromo bikin kangan dan ngk bikin kapok.

    BalasHapus
  3. Eaaaaa asyek kelen emng wanita wanita tangguh, keceh beb

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha makasih beb asad, kalian juga cowok keceh yang baik hati dan tidak sombong, thanks and jangan kapok jalan ama eka ya.

      Hapus